Bayangin kamu punya toko es krim. Kamu tulis papan besar di depan toko: “Jual Es Krim Rasa Coklat dan Stroberi”. Orang lewat bisa baca dan tahu kamu jual es krim. Tapi… gimana kalau yang lewat itu bukan manusia, tapi robot Google?
Nah, di sinilah JSON-LD berperan. JSON-LD itu seperti “catatan rapi” buat robot Google yang menjelaskan:
Jadi walaupun robot Google nggak “melihat” halaman kamu seperti manusia, dia tetap bisa mengerti isinya dengan cepat dan akurat.
Setiap jenis website butuh “bentuk” JSON-LD yang berbeda. Berikut beberapa contoh yang paling umum dipakai.
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "Organization",
"name": "Toko Es Krim Bahagia",
"url": "https://tokoeskrim.com",
"logo": "https://tokoeskrim.com/logo.png"
}
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "Article",
"headline": "Cara Membuat Es Krim Sendiri di Rumah",
"author": { "@type": "Person", "name": "Dina" },
"datePublished": "2026-01-30"
}
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "Product",
"name": "Es Krim Stroberi Premium",
"image": "https://tokoeskrim.com/stroberi.jpg",
"offers": { "@type": "Offer", "price": "25000", "priceCurrency": "IDR" }
}
Intinya, JSON-LD memberi “kartu identitas digital” untuk tiap bagian website kamu — sehingga Google bisa menampilkan info kamu lebih lengkap dan menarik.
Pilih jenis schema, isi datanya, dan salin hasilnya ke dalam <head> website kamu.